UMROH RAMADHAN 1440 H

UMROH RAMADHAN 1440 H / 2019


UMROH Awal Ramadhan 13 hari, hotel Elaf Bakkah Bintang Empat, 2 menit menuju Masjidil Haram dengan Shutle Bus melalui Terowongan Al Azizia, langsung ke Pintu Sa'i lantai 2. Hotel di Madinah Al Rawdah Suite, 2 menit berjalan kaki ke Pintu 19 Masjid Nabawi. Untuk itu semua Jamaah hanya perlu mengeluarkan biaya sejumlah 24 JUTA.
UMROH Akhir Ramadhan 13 hari sampai dengan LEBARAN 1 hari di Makkah, hotel Elaf Bakkah Bintang Empat, 2 menit menuju Masjidil Haram dengan Shutle Bus melalui Terowongan Al Azizia, langsung ke Pintu Sa'i lantai 2. Hotel di Madinah ZOWAR INTERNATIONAL, 5 menit berjalan kaki ke Pintu 15 Masjid Nabawi. Untuk itu semua Jamaah hanya perlu mengeluarkan biaya sejumlah 27 JUTA.


Pernah punya keinginan untuk ber-Umrah pada bulan Ramadhan? Ber-Umrah sendiri sudah merupakan ibadah yang sangat istimewa karena hanya dapat dilaksanakan di Masjidil Haram Makkah. Sebuah tempat yang sangat mulia, dimana semua do’a di ijabah, semua amalan dilipat gandakan 100.000 kali, semua orang mendapatkan rahmat, bahkan yang hanya berdiam diri memandangi ka’bah sekalipun.
Apalagi bila Ibadah Umrah dilaksanakan pada waktu yang mulia, bulan Ramadhan. Bulan penuh Rahmat, dimana pintu ampunan dibuka seluas-luasnya, pahala diobral hingga bahkan tidur pun jadi ibadah. Bulan yang di dalamnya terdapat Lailatul Qadr, malam penuh hikmah dan kemuliaan, malam dengan pahala 1.000 bulan.
Ibadah Umrah di bulan Ramadhan, dari segi pahala yang dijanjikan oleh Allah SWT, sungguh tak terbayangkan nikmatnya. Lantas seperti apa keseharian dalam pelaksanaan ibadah Umrah di bulan Ramadhan ?
Saat bulan Ramadhan berjuta-juta umat muslim ber-Ihram (dua helai kain putih yang wajib dikenakan oleh para jamaah haji dan umrah) memasuki kota Makkah untuk ber-Umrah di Masjidil Haram. Putaran Thawaf dan Sa’i tak pernah sepi bahkan dini hari sekalipun, padatnya umat muslim ber-Thawaf dan Sa’i tak pernah surut. Thawaf dan Sa’i hanya nampak berhenti saat kumandang iqamat dilantunkan, tanda ritual Shalat Fardhu segera ditegakkan.
Bulan Ramadhan di Makkah maupun di Madinah, dua kota suci umat Islam, aktifitas umat muslimpun tidak hanya sebatas ber-Umrah. Dimulai dari sejak sebelum shalat Dzuhur, umat muslim berbondong-bondong memasuki Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dan akan bertahan di dalam masjid untuk menanti saat berbuka puasa, shalat Maghrib, shalat Isya dan shalat Tarawih.
Keluar dari masjid setelah shalat Ashar akan berakibat tak lagi mendapat tempat di dalam masjid. Waktu-waktu diantara shalat-shalat Fardhu akan terlihat jamaah mengisinya dengan ber-Umrah, ber-Thawaf, menegakkan shalat Sunnah, ber-Dzikir, ber-Tadarus Al Qur’an dan juga berdiskusi agama.Beberapa lingkaran jamaah akan terlihat dibeberapa sudut masjid, dimana para Syekh/Imam masjid memberikan kuliah umum keagamaan kepada para santrinya maupun jamaah umum.
Setelah shalat Ashar akan nampak banyak sekali penduduk Makkah dan Madinah mempersiapkan tempat dan hidangan sederhana untuk takjil berbuka puasa, Sahi dan Gahwa (teh dan kopi arab yang khas) dipersiapkan, beberapa butir Rutab (kurma muda yang sangat manis), roti Tamis (roti gandum yang lebar) dan Laban (semacam yogurt yg akan dicampur dengan semacam bumbu arab untuk cocolan roti Tamis) dan minuman Asir (semacam sari buah mirip buah vita) serta tentu saja yang tak akan dilewatkan, Air Zamzam, dihidangkan untuk setiap orang tanpa kecuali.
Semuanya dihidangkan diatas selembar plastik panjang yang dibentangkan ber-shaf-shaf di dalam masjid. Penduduk Makkah dan Madinah ini akan berupaya untuk mengajak setiap jamaah yang hadir di masjid untuk bergabung dengannya, berlomba-lomba meraih pahala dengan memberikan hidangan takjil untuk ber-buka puasa kepada jamaah di masjid. Akan sulit menolak ajakan yang sangat ramah ini.
Ketika Adzan Maghrib berkumandang, akan nampak jutaan umat muslim berbuka puasa bersama-sama, berbagai suku, negara dan bangsa, ber-kulit hitam, kuning, coklat dan putih. Bermata- sipit, biru atau ber-celak. Yang berhidung mancung maupun pesek, semua berkumpul ber-buka puasa bersama, menikmati takjil yang dihidangkan. Dan ketika Iqamah dikumandangkan, dengan sigap para petugas masjid meringkas plastik panjang dan dalam hitungan detik semua sudah siap menegakkan Shalat Maghrib berjamaah.
Lepas Shalat Magrib, jamaah tak akan beranjak. Takjil yang dihidangkan sudah mampu untuk membuat para jamaah bersemangat menanti ibadah Shalat Isya dan Shalat Tarawih. Shalat Tarawih di laksanakan dalam 20 rakaat dan 3 rakaat sholat Witir. Diisi dengan pembacaan 1 Juz Al Qur’an di setiap kali Shalat Tarawih. Ayat-ayat suci Al Qur’an yang dilantunkan dengan fasih dan sangat syahdu oleh para Imam Masjidil Haram ini sungguh menyentuh dan membekas hati para jama’ah. Sheikh Abdul Rahman Al-Sudais adalah salah satu imam favorit, yang disukai oleh para Jamaah. Biasanya shalat Tarawih ini baru akan selesai pada pukul 22.00, barulah jamaah akan beranjak pulang ke hotel atau tempat penginapan masing-masing untuk melanjutkan berbuka puasa dengan makan besar (baca : makan nasi buat orang indonesia) dan beristirahat.
Namun bila sudah memasuki hari ke-20 bulan Ramadhan atau 10 hari terakhir, setelah menyelesaikan makan besarnya, jamaah akan segera bersiap-siap kembali ke Masjidil Haram. Ibadah Shalat Lail berjamaah sudah menanti. Shalat Lail berjamaah ini dilaksanakan lewat tengah malam hingga kurang lebih jam 03.00. Rasa kantuk yang mendera akan dilawan sepenuh hati guna menggapai malam Lailatul Qadr.
Biasanya tepat pada malam ke-27 bulan Ramadhan lengkap sudah 30 Juz Al Qur’an di baca sepanjang shalat Tarawih di bulan Ramadhan dan pada saat shalat Lail akan dibacakan do’a menandai khatamnya bacaan 30 Juzz Al Qur’an. Doanya sangat panjang hingga memakan waktu hampir 45 menit. Isak tangis memenuhi segenap penjuru masjid, menyeruak diantara sela bacaan doa yang dipanjatkan. Linangan air mata tak mampu disembunyikan oleh wajah-wajah keras, semua terpuruk di relung paling dalam hati yang bermunajat kepada Allah SWT memohon pengampunan.
Mari .....
Umroh Ramadhan Bersama CENTIG TOUR
HUBUNGI 0812 8028 4359

0 komentar:

Posting Komentar