Selasa, 08 Desember 2020

Proses Keberangkatan Jamaah Umroh Dari Asosiasi HIMPUH di Masa Pandemi Covid 19

Ketua Himpuh di wawancara Media

Himpunan Penyelenggara Haji dan Umrah (Himpuh) memberangkatkan 6 orang ke Arab Saudi untuk menjalankan ibadah Umrah, sekaligus sebagai Tim Survei Umrah pada Ahad,  22 November 2020. Tim ini akan bertugas melakukan survei tentang pelaksanaan Umrah di masa pandemi Covid-19 yang merupakan kelanjutan dari fase ke-4 setelah sempat mengalami penundaan.

Sebelumnya diketahui, pemerintah Kerajaan Saudi Arabia telah membuka kembali kesempatan ibadah Umrah bagi umat muslim, termasuk Indonesia. Pada fase 1, 2, dan 3 Masjidil Haram Mekkah masih terbatas untuk dikunjungi baik untuk shalat maupun pelaksanaan ritual Umrah, dan mulai diperluas hingga 100% kapasitas pada fase ke-4. Pada fase ini Indonesia sudah mengirimkan jamaahnya secara bergelombang pada tanggal 1, 3, dan 8 November 2020.

"Alhamdulillah dibuka kembali fase ke-4 oleh Pemerintah Saudi. Hari ini ada 72 jamaah yang berangkat menggunakan visa Umrah, dimana tiga orang diantaranya adalah pengurus Himpuh," tutur Ketua Umum Himpuh-H. Budi Darmawan di Bandara Soekarno Hatta, Ahad (22/11) yang diliput oleh TV One, Liputan 6 SCTV,  dan beberapa media online lainnya.

Budi menambahkan "Kita ingin memastikan apakah masih diberlakukan karantina selama 3x24 jam sejak tiba di Arab Saudi atau hanya 1x24 jam saja, kemudian apakah diizinkan jamaah berziarah ke Medinah ”

Tim Himpuh sendiri dipimpin oleh Ketua Bidang Pengkajian, Pengembangan, Pelatihan dan Teknologi Informasi (P3TI), H.M. Rifky Azady, didampingi oleh Wakil Bendahara Umum-Hj. Sri Purwati, serta Bidang Turisme-Hj. Ika Noviyanti. Turut menyertai tim tiga orang lainnya yang secara bersama-sama akan mendukung pembuatan liputan khusus update penyelenggaraan Umrah di masa pandemi Covid-19 ini. 

"Alhamdulillah dibuka kembali fase ke-4 oleh Pemerintah Saudi. Hari ini ada 72 jamaah yang berangkat menggunakan visa Umrah, dimana tiga orang diantaranya adalah pengurus Himpuh," tutur Ketua Umum Himpuh-H. Budi Darmawan di Bandara Soekarno Hatta, Ahad (22/11) yang diliput oleh TV One, Liputan 6 SCTV,  dan beberapa media online lainnya.

Budi menambahkan "Kita ingin memastikan apakah masih diberlakukan karantina selama 3x24 jam sejak tiba di Arab Saudi atau hanya 1x24 jam saja, kemudian apakah diizinkan jamaah berziarah ke Medinah”


Team Survey Umroh dari Himpuh

Tim Himpuh sendiri dipimpin oleh Ketua Bidang Pengkajian, Pengembangan, Pelatihan dan Teknologi Informasi (P3TI), H.M. Rifky Azady, didampingi oleh Wakil Bendahara Umum-Hj. Sri Purwati, serta Bidang Turisme-Hj. Ika Noviyanti. Turut menyertai tim tiga orang lainnya yang secara bersama-sama akan mendukung pembuatan liputan khusus update penyelenggaraan Umrah di masa pandemi Covid-19 ini. 

Tim berangkat pada pukul 11.40 WIB menggunakan maskapai Saudi Airlines  bersama jamaah dan pengurus dari 15 penyelenggara Umrah lainnya, dan akan berada di Arab Saudi selama 10 hari lamanya. Sebetulnya hari ini Saudi Airlines menerbangkan 74 jamaah Umrah, namun 2 orang dibatalkan keberangkatannya karena hasil swab test menunjukan positif terpapar Covid-19.  Dua orang jamaah tersebut kini menjalani karantina sesuai prosedur dari Kementerian Kesehatan RI.

Sekjen Himpuh, H. M. Firman Taufik P,  menginformasikan bahwa Tim Survei Umrah Himpuh bertugas untuk menyampaikan liputannya secara langsung tentang kondisi di lapangan sejak keberangkatan hingga tiba kembali di Indonesia secara detail.  Informasi-informasi tersebut  akan dikemas dalam bentuk liputan video, foto dan artikel, yang kemudian akan dirangkum serta disajikan kepada anggota Himpuh sebagai panduan ketika menyelenggarakan pemberangkatan jamaah Umrahnya kelak. Jika tidak ada aral melintang, diperkirakan Umrah marak kembali di penghujung tahun 2020 ini.


Pra Keberangkatan

Penerbitan visa Umrah untuk Tim Survei Umrah Himpuh diawasi secara langsung oleh Bidang Umrah-H. Nizar. Untuk saat ini, sistem visa Umrah yang hidup masih sangat terbatas, yaitu melalui Mr. Umar Misky dan hanya satu PPIU yang ditunjuk untuk melakukan prosesnya.

Visa Umrah berjalan dengan persyaratan melengkapi tiket return dan bukti swab PCR tes. Kemudian diwajibkan juga melaporkan keberangkatan jamaahnya dengan cara mengirimkan  detail keberangkatan via email ke muassasah di Arab Saudi.

Satu hari sebelum keberangkatan, Rifky dan kawan-kawan melakukan swab PCR tes di laboratorium Biofarma Halim-Jakarta, dilanjutkan dengan isolasi mandiri di kediaman masing-masing.


Swab PCR tes sebelum keberangkatan

PCR tes ini tidak melulu harus dilakukan di laboratorium yang ditunjuk, pada kenyataan di lapangan Saudi Airlines tetap menerima hasil tes PCR dari laboratorium lainnya, selama hasil tersebut belum kadaluarsa dan mencantumkan secara jelas kondisi calon jamaah Umrah terhadap Covid-19 harus dengan nilai negatif.

Proses Keberangkatan

Diawali dari kedatangannya  ke counter Saudia Airlines di Terminal 3 bandara Soetta,   Rifky menjelaskan prosedur  check in di masa pandemi adalah sebagai berikut :

  1. Menyerahkan paspor.
  2. Menunjukan dokumen pelengkap lainnya :
    • Visa 
    • Bukti tiket pulang-pergi dalam  bentuk hardcopy (print),
    • Hasil tes PCR negatif Covid-19, dengan ketentuan masa berlaku selama 72 jam sebelum ketibaan di Arab Saudi,
    • Bukti vaksinasi Meningitis (buku kuning ICV),

Kelengkapan dokumen tersebut diverifikasi oleh petugas check in maskapai untuk penerbitan boarding pass serta diperkenankan melakukan check in bagasi, untuk seterusnya menuju ke boarding gate.


Persiapan ke boarding gate setelah selesai proses check in

Informasi terkini otoritas bandara Soetta hanya mengeluarkan izin operasi bagi 2 (dua) operator airport assistant saja, atau yang di dunia PPIU disebut sebagai tim handling bandara, yaitu Gapura Angkasa dan PT. Jasa Angkasa Semesta / JAS Airport Service. 

Sebelum menuju boarding gate, Tim Survei Umrah Himpuh terlebih dahulu memverifikasi bukti vaksinasi Meningitis (buku kuning ICV) di counter Kantor Kesehatan Pelabuhan dan melaporkan keberangkatannya di counter Kementerian Agama RI. Kedua counter ini posisinya persis sebelum jalur masuk ke pemeriksaan dokumen keimigrasian.

Informasi terkini otoritas bandara Soetta hanya mengeluarkan izin operasi bagi 2 (dua) operator airport assistant saja, atau yang di dunia PPIU disebut sebagai tim handling bandara, yaitu Gapura Angkasa dan PT. Jasa Angkasa Semesta / JAS Airport Service. 

Sebelum menuju boarding gate, Tim Survei Umrah Himpuh terlebih dahulu memverifikasi bukti vaksinasi Meningitis (buku kuning ICV) di counter Kantor Kesehatan Pelabuhan dan melaporkan keberangkatannya di counter Kementerian Agama RI. Kedua counter ini posisinya persis sebelum jalur masuk ke pemeriksaan dokumen keimigrasian.

Tim Survei Umrah Himpuh terlebih dahulu memverifikasi bukti vaksinasi Meningitis (buku kuning ICV) dan melaporkan keberangkatannya, posisinya persis sebelum jalur masuk ke pemeriksaan dokumen keimigrasian.

Di counter imigrasi tidak ada pertanyaan apapun kecuali diminta untuk membuka masker sejenak untuk mencocokkan identitas pemilik paspor. Yang perlu menjadi perhatian adalah, setelahnya ada mesin x-ray pemeriksa bagasi kabin. Ketentuan tentang barang yang terlarang untuk dibawa ke kabin pesawat tetap berlaku seperti biasa. Biasanya cairan dengan volume 100 ml ke atas akan tertahan di pemeriksaan ini. Namun alhamdulillah cairan desinfektan 150ml yang dibawa Rifky lolos dari sitaan petugas.

Situasi shopping area dan boarding lounge tampak sangat sepi

Kondisi di shopping area setelah pemeriksaan x-ray relatif juga masih sepi. Namun petugas bandara tiada hentinya mengingatkan calon penumpang untuk jaga jarak dan tetap mengenakan masker. Setelah menunggu beberapa saat di boarding lounge, satu persatu tim masuk ke dalam pesawat terbang.

Tim Himpuh berjalan beriringan menapaki jalur garbarata menuju gate pesawat

Di dalam pesawat, ternyata tempat duduk penumpang tidak menerapkan physical distancing. Satu baris tempat duduk dengan konfigurasi 3-4-3 terisi penuh tanpa selingan bangku kosong diantaranya. Sebelum pesawat take offcabin crew memberikan Health Disclaimer Form yang wajib dilengkapi  oleh seluruh penumpang. Formulir ini wajib disimpan karena sangat dibutuhkan ketika mendarat di Arab Saudi.


Isi dari Formulir tersebut adalah pernyataan bahwa jamaah mengetahui / menyetujui :

  1. Tidak memiliki gejala pernafasan atau demam atau gejala infeksi coronavirus (COVID-19), tidak pernah didiagnosis dengan infeksi coronavirus (COVID-19) dalam (14) hari terakhir, atau pernah melakukan kontak dengan orang yang didiagnosis dengan infeksi virus corona (COVID-19) dalam (14) hari terakhir.
  2. Akan mematuhi karantina selama 3 hari, dengan (COVID-19) PCR dilakukan setelah (2 hari) sejak kedatangan.
  3. Daftarkan dan tetapkan lokasi melalui aplikasi (Tawakkalna) dalam waktu 8 jam sejak kedatangan, jika tidak, akan diteruskan ke otoritas yang bertanggung jawab setelah 24 jam untuk mengambil tindakan yang diperlukan.
  4. Tetap di rumah selama masa karantina dan jangan pergi kecuali mencari perawatan medis.
  5. Mematuhi tindakan pencegahan pengendalian pandemi virus Corona yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, kapan pun keluar rumah, termasuk mengenakan masker dan menjaga jarak.
  6. Pantau gejalanya, seperti batuk kering, demam, atau sesak napas. Segera hubungi 937 atau kunjungi klinik (atau melalui aplikasi Tataman) jika ada gejala yang muncul dan beritahu mereka tentang hal itu.
  7. Menyetujui Kementerian Kesehatan (Arab Saudi) mengambil tindakan pencegahan atau medis, menjalani pemeriksaan medis dan laboratorium, atau prosedur lain yang ditentukan.
  8. Mengakui bahwa informasi yang disebutkan di atas adalah benar, dan untuk mematuhi instruksi sebelumnya, selain instruksi yang dikeluarkan kemudian oleh otoritas yang bertanggung jawab sehubungan dengan pandemi virus corona. Kegagalan untuk mematuhi instruksi dan prosedur tersebut, atau jika informasi yang disebutkan di atas terbukti tidak benar, saya akan dikenakan hukuman denda moneter hingga 500 ribu Riyal Saudi, penjara hingga dua tahun, atau kedua hukuman digabungkan.

Dalam penerbangan makanan dibagikan dua kali dan tidak ada perbedaan seperti saat perjalanan umrah normal. Seluruh makanan dikemas dalam wadah tertutup. Variasi menu juga masih sama, ada makanan berat, jus buah, air putih, beberapa iris buah segar, salad, roti, mentega.

mengenakan kain ihram, berarti  sudah miqat  di Yalamlam (ﻳﻠﻣﻠﻢ) saat 125 km menuju kota Makkah

Sekitar pukul 17.15 waktu Arab Saudi Tim Survey Umrah Himpuh telah  mendarat di New Jeddah International Airport. Setelah turun dari pesawat dilakukan pemeriksaan hasil tes PCR dan formulir health disclaimer. Terdapat sekitar 10 counter untuk validasi hasil tes PCR yang dibawa dari Indonesia.  Hasil tes PCR di validasi dengan menempelkan stiker berwarna biru kemudian dikembalikan lagi pada jamaah, sementara form health disclaimer diambil oleh petugas counter.

Di The new King Abdulaziz International Airport/KAIA - Jeddah telah dilengkapi skytrain,
saat turun dari pesawat sebelum menuju ke counter imigrasi.

Selanjutnya tim menuju ke immigration hall di Terminal Kedatangan dengan menggunakan kereta, perjalanan memakan waktu  sekitar 3 menit. Proses imigrasi sangat cepat hanya sekitar 10 menit, dikarenakan jumlah jamaah Umrah dari luar Arab Saudi masih sangat terbatas. Di airport baru ini sebelum pengambilan barang di conveyor belt, jamaah diwajibkan melewati pemeriksaan x-tray untuk koper kabinnya terlebih dahulu.


Covid-19 benar-benar melumpuhkan perekonomian seluruh dunia. 
Biasanya di seputar conveyor belt akan tampak kebisingan para jamaah mencari barangnya 
ataupun bertransaksi dengan para porter yang berjejer di sekitarnya.

Ketika menuju keluar, petugas dari Kementerian Haji dan Umrah Saudi Arabia telah menyambut. Seluruh barang jamaah diperiksa oleh custom / kepabeanan, kemudian tim melakukan antrian, dengan berbaris pada dua jalur yang telah disediakan, dengan jarak masing-masing antrian sekitar 1,5 meter sambil menunggu rombongan lain hingga terpenuhi sekitar 20-25 orang. 

Kemudian rombongan ini berjalan kaki  bersama-sama, sementara barang-barang dibawa oleh porter menuju ke parkir bis di lantai basement.  Masing-masing bis sudah mengantongi daftar manifes. Sebelum masuk ke dalam bis visa jamaah di scan oleh petugas airport. Hal ini dikondisikan agar jamaah tidak bisa saling tukar bis seperti saat group Umrah sebelumnya. Proses dari imigrasi hingga naik bis memerlukan waktu sekitar 1,5 jam.


Daftar nama jamaah yang diperkenankan masuk dalam Bus

ID card jamaah dari muassasah

ID card disiapkan oleh tim muassah saat umrah masa pandemi


Tepat pukul 18.50 WAS tim telah duduk di dalam bis dan bergerak menuju Makkah pada pukul 19.30. Physical distancing diterapkan untuk penempatan jamaah di dalam bis, selalu ada kursi kosong di antara deretan kursi lainnya.

Namun kondisi yang sudah sedemikian tertata rapih oleh petugas Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi ternyata masih bisa terjadi miss. Bis  tim Himpuh yang seharusnya berisi 25 jamaah berdasar dari daftar nama, harus diisi 27 jamaah dikarenakan ada 2 orang jamaah yang tertinggal dari bis seharusnya, dimana beberapa penumpang apa boleh buat saling berbagi tempat duduk untuk dipakai bersebelahan tanpa physical distancing.  Kejadian ini bisa kita jadikan pelajaran bersama-sama untuk tertib aturan agar hal serupa tidak terjadi lagi. 

Dalam perjalanan bis menuju Makkah ada 3 hal yang akan didapatkan oleh jamaah, yaitu :

  1. Kunci kamar dibagikan pada masing-masing jamaah, dengan komposisi tiap kamar untuk berdua.
  2. Makan malam.
  3. ID Card, yang memuat beberapa item, yaitu :
  4. Nama jamaah.
  5. Nomer rombongan.
  6. Nama muassasah.
  7. Jadwal pelaksanaan ibadah umrah. Tim Himpuh mendapatkan jadwal tanggal 25 November 2020 pada pukul 18.00 WAS.
  8. Nomer bis. 
  9. Nama hotel. Tim Himpuh bermalam di Hotel Conrad. 
  10. Nama dan nomor telepon tour leader/mutawwif.


Tim Survei Umrah Himpuh tiba di hotel Conrad pada pukul 20.30 WAS. Ketika turun dari bis jamaah di absen satu-persatu dipanggil berurutan sesuai nama teman sekamarnya. Ketika sudah lengkap 2 orang, jamaah dipersilakan turun beriringan.  Selanjutnya dilakukan hal sama hingga seluruh penumpang turun semua. 

Bus menuju hotel di Makkah, kapasitas bus hanya diisi 50%

Hotel Conrad Mekkah yang ditempati oleh tim Himpuh terbagi menjadi 2 kawasan. Tower Sofwah diperuntukkan sebagai tempat bermalam  jamaah hasil swab test menunjukan positif terpapar Covid-19. Akses lift tower  disini dimatikan karena merupakan kawasan isolasi.  Lalu Tower Marwah  diperuntukkan  jamaah  hasil swab tes negatif.

Arab Saudi melibatkan banyak PETUGAS dalam pengaturan jamaah Umrah kali ini

Seluruh barang bawaan jamaah termasuk tas jinjing ataupun tas selempang tidak bisa dibawa langsung menuju kamar hotel, dan akan dikirimkan ke kamar masing-masing setelah selesai disemprot desinfektan terlebih dahulu. Dalam jarak 5 meter penyemprotan diulang kembali. Dan diulang lagi hingga berada di lobby hotel. 

Kamar Hotel HILTON untuk Jamaah, 
Tidak ada alasan untuk tidak krasan (tetap tinggal di kamar) saat karantina 

Sebelum memasuki lobby, jamaah diharuskan mencuci tangan dengan hand sanitizer yang telah disediakan. Di lobby ada pemeriksaan x-ray untuk bagasi kemudian jamaah disuguhi welcome drink.

Selanjutnya rombongan digiring menuju lift. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melibatkan banyak petugas untuk mengarahkan dan mengawasi keseluruhan proses check in hotel. Jamaah tidak diperkenankan sesukanya untuk berjalan ke arah yang berbeda. Tiap lift hanya boleh menampung 4 jamaah yang sekamar- sekamar. Koper datang setelah jamaah sampai di kamarnya masing-masing. 

Menu makan malam dari hotel Conrad Mekkah

Direncanakan mereka akan menjalani masa karantina selama 3 hari, dan tidak diperkenankan untuk keluar dari kamar. Hotel diawasi oleh CCTV yang dipantau selama 24 jam dan terpasang di setiap sudut ruangan. Apabila tamu membutuhkan sesuatu, misalnya air mineral, mereka akan menempatkannya di depan pintu kamar. 

Selama berada di Arab Saudi, Tim Himpuh dan seluruh jamaah Umrah keberangkatan 22 November 2020 dibuatkan WhatsApp Group tersendiri untuk saling berkomunikasi dan penyampaian informasi. Info pertama di group menyampaikan rencananya pagi nanti pukul 08.30 WAS seluruh jamaah akan menjalani tes swab.

Waktu sudah menunjukkan jam 23.13 WAS Tim Himpuh menutup liputan hari pertamanya. Nantikan informasi berikutnya yang tidak kalah penting, seputar masa karantina dan pelaksanaan Umrah. (Humas Himpuh/DAN).

0 komentar:

Posting Komentar